LEUWIMUNDING – SMAN 1 Leuwimunding kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui kegiatan In House Training (IHT) yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 02 hingga 03 Februari 2026.
Bertempat di Aula SMAN 1 Leuwimunding, kegiatan ini mengusung tema strategis: “Implementasi Nilai Panca Waluya dalam Pembelajaran untuk Mewujudkan Murid Berakhlak Mulia, Berprestasi, dan Berwawasan Lingkungan.” Tema ini diambil sebagai langkah konkret sekolah dalam menerjemahkan visi Pendidikan Karakter Jawa Barat (Jabar Masagi) ke dalam ekosistem pembelajaran sehari-hari.
Filosofi Manusia Unggul: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer
Dalam pelatihan ini, seluruh tenaga pendidik diajak untuk menyelami kembali filosofi hidup masyarakat Sunda yang menjadi fondasi program Jabar Masagi. Kepala SMAN 1 Leuwimunding menekankan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang Masagi (utuh/seimbang).
Para guru dibekali strategi untuk mengintegrasikan Panca Waluya ke dalam Modul Ajar dan interaksi sosial di sekolah:
- Cageur (Sehat): Memastikan peserta didik memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang prima untuk menunjang aktivitas belajar.
- Bageur (Baik): Menanamkan akhlak mulia, empati, sopan santun, dan kepedulian sosial antar warga sekolah.
- Bener (Benar): Mengedepankan integritas, kejujuran, dan amanah dalam setiap tindakan.
- Pinter (Cerdas): Mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berpikir kritis.
- Singer (Mawas Diri/Terampil): Membentuk pribadi yang mawas diri, kreatif, tangkas, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
Integrasi Wawasan Lingkungan
Salah satu sorotan utama dalam IHT kali ini adalah korelasi antara nilai Singer dengan wawasan lingkungan. Sekolah menyadari bahwa krisis iklim global menuntut dunia pendidikan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga peduli pada alam.
“Melalui IHT ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur budaya Jawa Barat tidak hanya menjadi slogan, tetapi mewujud dalam perilaku nyata. Murid SMAN 1 Leuwimunding harus menjadi profil pelajar yang nyakola (bersekolah/terpelajar), nyunda (berbudaya), dan nyantri (religius),” ujar perwakilan panitia penyelenggara dalam sesi pembukaan.
Harapan Pasca Kegiatan
Agenda selama dua hari ini diisi dengan pemaparan materi dari narasumber ahli, diskusi kelompok terpumpun (FGD), serta simulasi penyusunan perangkat pembelajaran berbasis karakter.
Diharapkan, pasca pelaksanaan IHT pada 03 Februari 2026 nanti, para guru SMAN 1 Leuwimunding mampu menjadi teladan (ing ngarso sung tulodo) dalam menerapkan nilai-nilai Panca Waluya, sehingga visi sekolah untuk mencetak lulusan yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mencintai lingkungan dapat terwujud dengan gemilang.






